Awal
Permulaan (Part 1)
Hari ini aku mengunjungi
dokter gigi for the first time setelah sekian tahun (terakhir
periksa gigi SD). Aku enggak pernah kontrol gigi bukan karena males atau
gimana-gimana tapi emang gara-gara gigi tanpa keluhan selama ini. Nah sekarang
umur udah 22 jalan, aku baru merasakan sakit gigi. Sakit gigi yang hanya pernah
kulihat dan kudengar dari teman-teman saja. Sekarang aku mengalaminya.
Awalnya kupikir ini sakit gigi
sementara gara-gara gusi bengkak atau gigi berlubang (tinggal tambal kalau
parah). Tapi rasa sakitnya enggak hilang-hilang sampai hampir satu minggu.
Setelah mengobrol dan sharing sama temen-temen, kemungkinan itu bakal ada gigi
yang numbuh (gigi geraham bungsu; letaknya di bagian paling belakang). Kenapa
bisa gitu?
Soalnya aku sakit gigi tapi
tetep bisa makan panas, minum es, makan ayam kriuk (gak ada pantangan), itu
gigi aman-aman aja. Cuman aku merasakan pegal/linu pada bagian gusi dan bawah
gigi. Ketika sikat gigi juga enggak sakit, justru sakit ketika aku berkumur
atau menelan.
Jumat malam (20/10/2017) aku
merasakan sakit pada gigi belakang bagian kanani. Jelas aku langsung ambil
tindakan untuk menggosok gigi dan berkumur air hangat serta air garam. Akan
tetap,i tak kunjung reda sakitnya. Malam minggunya, bapak kos aku yang baik
membelikan obat sakit gigi racikan dari apotik. Aku minum untuk 3 kali saja.
Hasilnya cukup manjur, gigi belakang kanan ku udah enggak sakit. Alhamdulillah.
Jangan senang dulu Nak!
Penderitaan berlanjut . . .
Setelah itu justru gigi
belakang sebelah kiriku yang sakit. Sakitnya sama seperti yang gigi belakang
kanan. Hanya saja ini lebih kerasa dan berefek ke migrain (sakit kepala sebelah
kiri). Karena aku yakin bakal sembuh manual, aku diamkan saja. Hanya dikumuri
air hangat seperti sebelumnya aku percaya akan sembuh. Aku tetap makan seperti
biasa ketika belum sakit gigi.
Sabtu, Minggu, Senin, Selasa
berlalu gigi belakang kiriku tak kunjung sembuh. Malah aku sering migran
(kadang pusing banget) dan sakit gusiku menjadi-jadi (menelan ludahs aja
sakit). Sakit gigiku berbeda dengan gigi sensitif dan gigi berlubang ya.
Akhirnya, pada hari Rabu pagi kuputuskan untuk periksa ke dokter gigi
karenasudah jelas sangat mengganggu aktivitasku.
Next . . .
. . . Part 2 : Diagnosa Dokter
Komentar
Posting Komentar